Rabu, 21 November 2012

LDR.. Oh LDR...




Setelah bingung mau memposting tentang apa, tiba-tiba hape saya berdering seksi.
Ternyata ada sms masuk dari adik ketemu gedhe saya, bunyinya “kak, akuh bingung. Pacarku mau pindah ke Manado, akuh ga siap & ga mau LDRan”    #kemudianhening.
Saya tau kenapa dia bertanya pada saya. Ya betul, saya adalah pelaku LDR #jengjengjeng. Saya sebetulnya belum terlalu lama LDR, baru hampir 3 tahun kurang 4 bulan 3 hari 45 menit dan 17 detik.. dan selama itu pula saya banyak mengalami suka duka dalam berhubungan.
Kemudian saya bertanya pada adik saya, “apa yang kamu tidak siapkan dalam ber LDR? Padahal LDR seru hlo!” tapi dibantah sama adik saya “seru apaan? Ketemu aja ga bisa, gimana bisa seru?”
Nah, ini lho salahnya anak zaman sekarang,  belum juga nyoba, belum juga njalanin, tapi udah nge-judge duluan. Kali ini saya akan bahas mengenai LDR yang pernah saya alami..

Berikut beberapa hal yang yang mungkin identik pada pelaku LDR:

1. Rawan Ditikung atau menikung.
                Yap!! Pertanyaan pertama setelah saya jawab kegelisahan adik saya tadi adalah “kak, gimana kalao nanti dia disana dia punya pacar lagi, akuh ga mau!!” dan para pelaku LDR memang rawan terhadap “tikungan” tapi lalu saya juga berfikir bahwa “tikungan” tersebut tidak hanya dialami para pelaku LDR, banyak juga bukan pelaku LDR tapi juga terjerumus “tikungan”. Pada intinya bukan masalah jarak atau apa, tapi memang bahwa rasio kemungkinannya lebih besar terjadi pad pelaku LDR.

2. Komunikasi
                Beruntunglah kalian yang ber-LDR pada masa sekarang. Bisakah kalian bayangkan bila kalian ber-LDR pada 7-10 tahun yang lalu? Atau pada saat sebelum Negara api menyerang bumi? Apa kalian masih sanggup menulis beberapa lembar surat, lalu dengan setia menunggu balasannya beberapa minggu kemudian? Saya yakin kalian pasti bisa. Bisa gilaa tepatnya. Tapi masih ada yang berfikiran “gimana ntar komunikasinya?” “kalo ada masalah gimana?” “kalo kangen gimana?”. Helooow, kalian kenal henpon kan? Kenal jejaring sosial jan? kenal skype kan? Kok masih kurang nerima, ada juga harusnya kalian bersyukur akan adanya hal tersebut. Tinggal bagaimana kalian mepergunakan waktu dan fasilitas yang ada itu seEFEKTIF mungkin. Ga perlu sering, yang penting EFEKTIF. Tapi syukur kalo bisa sering dan efektif.

4. Anti mainstream
                Mungkin para pelaku LDR bisa disebut anti mainstream, atau bukan seperti pacaran yang biasa. Pengen ketemu aja harus besusah payah menyusun rencana dan anggaran. Tidak seperti orang pacaran yg mainstream yang pengen ketemu  ya tinggal samperin ke rumah 30 menit nyampe. Apalagi untuk LDR tingkat XXL, mungkin bisa dihitung jari deh ketemuannya. Belum lagi kalo ada masalah, para LDR fighters harus cukup dewasa untuk menyelesaikannya lewat pesan singkat, atau telepon. Mungkin ini yg membedakan dengan system pacaran biasa, yaitu  para pelaku LDR dituntut lebih dewasa, bijaksana, dan matang dalam berfikir. Karena sedikit salah penangkapan maksud bisa berujung pertengkaran.

5. Surprise
                Pernah nggak waktu lagi pulang sekolah tiba-tiba dia udah ada dirumah lagi ngobrol sama orang rumah? Atau udah sedih bakal ngerayain ulang tahun sendiri, tapi pas tengah malem ternyata dia datang bawa hadiah & kue ulang tahun? Rasanya sudah pasti tak bisa digambarkan lagi. Memang tak seberapa, tapi pasti jauh bermakna dari surprise-surprise mainstream. Dan itu jarang didapatkan pasangan mainstream. Dan kalian yang menjadi pelaku LDR, berikanlah sedikit kejutan untuk pasanganmu, pasti hubunganmu jauh lebih erat dari yang sebelumnya.

Hoaaamm... sebetulnya masih banyak lagi yang bisa saya bagikan kepada teman-teman semua, mungkin teman bisa menambahkan pengalaman masing-masing pada kolom comment dibawah. Lain kali bakal saya sambung lagi masalah LDR ini.. 





*ps : buat para pelaku LDR, tetep semangat yaa. banyak kok LDR yang happy ending..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar